Book Report: Mari Mengenal Arkeologi Alkitab


Judul Buku       : Mari Mengenal Arkeologi Alkitab


Penulis             : David L. Baker & John J.
Bimson


Penerbit           : BPK Gunung Mulia


Cetakan           : ke-3 tahun 2011


Halaman          : 248




Buku ini mengangkat
masalah arkeologi dan signifikansinya bagi pemahaman akan Alkitab PL dan PB
karena tidak mungkin mengerti Alkitab dengan baik tanpa pengetahuan tentang
sejarah dan kebudayaan zaman kuno. Melalui arkeologi para ahli menemukan sisa
peninggalan purbakala, termasuk tulisan-tulisan dalam berbagai bahasa kuno.
Dengan demikian diperoleh beragam informasi mengenai kehidupan manusia dahulu,
termasuk pada zaman PL dan PB.


Isi


Buku pengantar
arkeologi Alkitab ini, disajikan dengan bahasa yang jelas dan lugas dimulai
dengan pendahuluan yang memberi latar belakang mengenai perkembangan arkeologi
Alkitab sejak abad ke-19 berikut penjelasan mengenai proses dan metode
penggalian serta tujuan utama disiplin ilmu ini. Sebagai ilmu yang terus
berkembang, dua perubahan dasar disebutkan telah terjadi dalam arkeologi selama
paruh kedua abad lalu: Pertama, pemanfaatan teknologi modern seperti analisis
radio karbon dan aktivasi neutron untuk memperkirakan usia bahan peninggalan
organik dan anorganik; Kedua, perubahan tujuan arkeologi Alkitab sendiri dari
pembuktian kebenaran peristiwa yang dituturkan di dalamnya kepeda penyedia informasi
yang memberi latar belakang bagi berbagai peristiwa dan kebiasaan manusia pada
zaman yang bersangkutan.


Ditinjau dari segi
isinya, bahan-bahan arkeologis yang sajikan tergolong sangat komprehensip mulai
dari Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru. Penulis memaparkan berbagai
informasi arkeologis mengenai kehidupan dan sejarah dalam kedua Perjanjian. Sebagai
contoh, dari zaman Perjanjian Lama, pembaca dapat menyimak perkembangan
penulisan mulai dari kuneiform, hieroglif hingga penggunaan alfabet (bab 3),
kisah penciptaan dunia seperti Enuma Elish, Gilgames dan Atrahasis (epos air
bah) (bab 4), adat istiadat para nenek moyang dan perbandingannya dengan
informasi dari tulisan Nuzi dan Ugarit (bab 5), pro dan kontra mengenai bukti
arkeologis berkaitan dengan peristiwa dari Mesir dan pendudukan Kanaan (bab
4-5), berbagai prasasti dan ostrakon, silinder mengenai permulaan masa Kerajaan
Israel, pembuangan hingga kembalinya Israel dari pembuangan (bab 8-10). Dari
zaman antara kedua Perjanjian hingga Perjanjian Baru, pembaca dapat menemukan
uraian tentang naskah-naskah Laut Mati dan penggalian di Qumran (bab 12),
kesaksian seperti tulisan Filo, Yosefus, prasasti, Pilatus, bukti-bukti
mengenai teks Perjanjian Baru (bab 13), data arkeologhis mengenai Bait Suci dan
istana Herodes, benteng Masada (bab 14), dan diskusi mengenai lokasi-lokasi
seperti praetorium, Golgota, makam Yesus (bab 15).


Pada bagian penutup
diberikan suatu rangkuman mengenai manfaat arkeologi bagi studi bahasa,
kebudayaan dan sejarah yang relevan dengan Alkitab. Di bagian ini penulis pada
dasarnya menegaskan kembali pandangan mereka mengenai intepretasi berbagai
bahan arkeologis serta relevansinya dengan iman dan pengetahuan Alkitab.


Melalui arkeologi,
hubungan Alkitab dengan tulisan-tulisan kuno yang lain menjadi lebih jelas,
baik persamaannya maupun perbedaannya. Arkeologi juga menerangkan latar belakang
zaman Alkitab dengan meneliti kebudayaan di Timur Tengah kuno serta dunia
Yunani dan Romawi. Dan arkeologi sangat penting untuk melengkapi sejarah zaman
Alkitab serta mendukung kebenaran laporan di dalam Alkitab sendiri. Di sinilah
terlihat bahwa arkeologi mendukung kebenaran berbagai segi sejarah yang
berkenaan dengan Alkitab.


Sampai sekarang hasil
arkeologi menguatkan kebenaran sejarah Alkitab secara garis besar sehingga
otentisitas laporan-laporan tersebut tidak perlu diragukan lagi. Namun, di sisi
lain, disadari pula keterbatasan data arkelogis yang tidak mungkin membuktikan
kebenaran Alkitab secara keseluruhan.


Komentar


Sesuai judul bukunya,
Mari Mengenal Arkeologi Alkitab, penulisan buku ini hendak mengantar pembaca
pada pemahaman yang mendasar tentang dunia arkelogi secara khusus arkeologi
Alkitab. Buku ini tidak hanya ditujukan kepada pembaca akademisi saja melainkan
kaum awampun bisa membaca dan menikmati uraian yang akademis. Bahasa yang jelas
dan lugas akan memudahkan pembaca memahami setiap paparan dengan baik.
Meluaskan wawasan mereka mengenai latar belakang dunia dan sejarah Alkitab akan
di dapat melalui buku pengantar ini.


Secara keseluruhan
buku ini sangat baik untuk dibaca menambah pengetahuan akademis serta menjadi
renungan yang akan membuat kita berpikir kembali sejenak betapa besarnya Tuhan
yang menciptakan dunia ini yang tidak bisa ukur dengan kemampuan intelek
manusia yang terbatas ini. Secara keseluruhan buku ini sudah mencapai tujuan
penulisannya yakni memberikan pengantar bagi pembaca awam maupun akademisi.


Uraian dalam buku ini
sangat informatif. Banyak membahas dan membertahukan pembaca tentang
seluk-beluk dunia arkeologi secara khusus arkeologi Alkitab yang akan menambah
pengetahuan akademis pembaca. Ke dua penulis 
telah menghimpun dan berhasil menyusun dengan ringkas dan apik
bahan-bahan pokok untuk bidang yang rumit ini. ilutrasi-ilustrasi yang dimuat,
meskipun hanya hitam putih, turut memberi gambaran yang hidup bagi para pembaca
masa kini.


Tentu saja buku ini
bukanlah buku yang sudah sempurna dan komplit dalam memberikan pengantar ke
dalam dunia arkeologi. Masih dibutuhkan referensi-referensi lain untuk menambah
kasanah ilmiah para pembaca.  Selain itu
penguraian dalam buku ini banyak memuat istilah-istilah yang mungkin asing bagi
pembaca awam karena dapat dipastikan keseluruhan isi buku ini bersifat
scientifik (arkeologi). Meski demikian, ini tidak akan menghambat kecintaan
kita pada sumber bacaan dunia arkeologi yang erat kaitannya dengan Alkitab yang
kita baca dan renungkan saat ini.


Kesimpulan


Hingga kini arkeologi
terus meneguhkan keakuratan sejarah Alkitab dengan bukti yang faktual dan
eksternal yang dikumpulkan dalam penggalian ilmiah. Arkeologi terus meneguhkan
bahwa Alkitab itu unik dalam keakuratan pernyataan sejarahnya. Apa pun bentuk
ujian keakuratan tersebut, Alkitab selalu berhasil menunjukkan kesahihannya.
Mereka yang ingin menemukan buku pengantar ke dalam dunia arkeologi yang mudah,
perlu membaca buku bagus ini.  Sangat di
sarankan untuk membaca buku ini untuk menambah bahkan memperdalam pemahaman
kita baik mahasiswa teologi maupun kaum awam akan banyak mendapat pengatahuan
baru dalam buku ini.



Cheap Auto Insurance: Profesi Cheap Auto Insurance

Cheap Auto Insurance apaan tuh? Aku sendiri baru tahu ada profesi itu saat menempuh pendidikan pasca sarjana 9 tahun silam. Banyak diantara kita, bahkan yang sarjana ekonomi pun masih ada yang tidak tahu menahu soal profesi ini.Cheap Auto Insurance atau yang lebih...

Profesi Cheap Auto Insurance (2)

Tahap pertama untuk mendapatkan lisensi sebagai Cheap Auto Insurance jelas harus lulus dulu dari Ujian Kecakapan Cheap Auto Insurance (WMI) yang diselenggarakan oleh Panitia Standard Profesi Pasar Modal. Ujian Kecakapan WMI waktunya bersamaan dengan Ujian Kecakapan...

Lokasi Pendaftaran dan Ujian Sertifikasi Cheap Auto Insurance

Ujian Sertifikasi Cheap Auto Insurance tidak hanya dilakukan di Jakarta saja ataupun di kota-kota besar di Pulau Jawa saja, melainkan di kota-kota besar di luar Pulau Jawa juga sudah ada, dan pelaksanaan ujiannya juga serentak pada waktu yang sama untuk seluruh lokasi...

Materi Ujian Kecakapan (Sertifikasi) Cheap Auto Insurance

Untuk mengikuti ujian Kecakapan Cheap Auto Insurance, kita tidak harus mengikuti kursus/pelatihan terlebih dahulu, kita juga bisa belajar secara otodidak, apalagi jika kita sudah punya background ilmu ekonomi/manajemen keuangan, pasti akan lebih mudah mempelajari...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *