Definisi, variabel, indikator, dan pengukuran dalam ILMU SOSIAL: Mengukur Social Capital








Definisi, variabel, indikator, dan pengukuran dalam ILMU SOSIAL: Mengukur Social Capital





Mengukur Social Capital

Social capital = dimaknasi sebagai groups, jaringan, norma dan
kepercayaan yang dimiliki untuk kegiatan-kegiatan produktif.

Ada banyak cara mengukur modal sosial. Sebagai contoh Grootaert (C.
Grootaert, Does social capital help the poor?, A synthesis of findings from the
local level institutions studies in Bolivia, Burkina Faso, and Indonesia, Local
Level Institutions Working Paper No. 10, World Bank, Social Development
Department, Washington D.C, 2001), membedakan antara structural and cognitive
social capital.

Indikator structural social capital = mencakup density of membership to local
associations, diversity of members in the rural producer organizations,
frequency of attendance to rural producer organization’s meeting and level of
democracy in decision making.

Density of membership diukur dari jumlah local associations dimana
rumah-rumah tangga menjadi anggotanya. Internal diversity of the organization diukur
dengan 7 kriteria yaitu = diversity in neighborhood, family/ kinship group,
age, denomination, income group, gender and tribe. Frekuensi kehadiran dalam
pertemuan kelompok menggunakan 3 skala = “never”, “sometimes” and “always”.

Tingkat demokratis pembuatan keputusan = apakah diputuskan hanya oleh
pengurus, atau melibatkan anggota. Pilihannya adalah  “decisions made by management only”, “decisions
made by management in consultation with members” and “decisions made by members
consensus”.

Indikator cognitive social capital = berupa trust and solidarity antar anggota.

Kepercayaan = diukur dalam hal yang umum dan khusus. Hal umum dengan
melemparkan pertanyaan: apakah anda percaya kepada sebagian besar orang di
kelompok ini? Untuk yang khusus diduga melalui pertanyaan dengan terhadap
berbagai pihak yaitu = dalam keluarga, fellow farmers, pemimpin agama, anggota rural
producer organizations, pimpinan politik, pedagang, dna teman-teman.

Level of solidarity = what the household would receive or give out in
times of famine. Five items that the household would help other needy
households with or receive during drought or famine are seed, grain, other food
items (including cooked food), clothes and cash.

Cheap Auto Insurance: Profesi Cheap Auto Insurance

Cheap Auto Insurance apaan tuh? Aku sendiri baru tahu ada profesi itu saat menempuh pendidikan pasca sarjana 9 tahun silam. Banyak diantara kita, bahkan yang sarjana ekonomi pun masih ada yang tidak tahu menahu soal profesi ini.Cheap Auto Insurance atau yang lebih...

Profesi Cheap Auto Insurance (2)

Tahap pertama untuk mendapatkan lisensi sebagai Cheap Auto Insurance jelas harus lulus dulu dari Ujian Kecakapan Cheap Auto Insurance (WMI) yang diselenggarakan oleh Panitia Standard Profesi Pasar Modal. Ujian Kecakapan WMI waktunya bersamaan dengan Ujian Kecakapan...

Lokasi Pendaftaran dan Ujian Sertifikasi Cheap Auto Insurance

Ujian Sertifikasi Cheap Auto Insurance tidak hanya dilakukan di Jakarta saja ataupun di kota-kota besar di Pulau Jawa saja, melainkan di kota-kota besar di luar Pulau Jawa juga sudah ada, dan pelaksanaan ujiannya juga serentak pada waktu yang sama untuk seluruh lokasi...

Materi Ujian Kecakapan (Sertifikasi) Cheap Auto Insurance

Untuk mengikuti ujian Kecakapan Cheap Auto Insurance, kita tidak harus mengikuti kursus/pelatihan terlebih dahulu, kita juga bisa belajar secara otodidak, apalagi jika kita sudah punya background ilmu ekonomi/manajemen keuangan, pasti akan lebih mudah mempelajari...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *